7 Rombongan Iblis Saat Sakaratul Maut
Iblis akan senantiasa mengganggu
manusia, mulai dengan memperdayakan manusia dari terjadinya dengan
setitik mani hingga ke akhir hayat mereka, dan yang paling dahsyat ialah
sewaktu akhir hayat yaitu ketika sakaratul maut. Iblis mengganggu
manusia sewaktu sakaratul maut disusun menjadi tujuh golongan dan
rombongan.
Hadith Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menerangkan:
"Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari tipuan syaitan diwaktu sakaratul maut."
Rombongan 1
Rombongan 2
Rombongan 3
Rombongan 4
Rombongan 5
Rombongan 6
Lalu datang pula Iblis yang menyerupai
ulama' dengan berkata: "Kali ini kami datang kepadamu untuk memberi
nasihat agar kamu mati didalam keadaan baik, tahukah kamu bagaimana
hakikat Allah?"
Berkata orang yang sedang dalam sakaratul maut: "Aku tidak tahu. "
Ketika itu orang yang dalam sakaratul
maut itu pun memandang ke kanan dan ke kiri, dan dilihatnya
sanak-saudaranya semuanya berada di dalam kesenangan syurga, (syurga
palsu yang dibentangkan oleh Iblis untuk tujuan menggoda orang yang
sedang dalam sakaratul maut). Kemudian orang yang sedang dalam sakaratul
maut itu bertanya kepada ulama' palsu:
"Bagaimanakah Zat Allah?" Iblis merasa gembira apabila jeratnya mengena.
Lalu berkata ulama' palsu: "Tunggu, sebentar lagi dinding dan tirai akan dibuka kepadamu."
Berkata Iblis: "Itulah dia Zat Allah yang patut kita sembah. "
Berkata orang yang dalam sakaratul maut:
"Wahai guruku, bukankah ini benda yang benar-benar besar, tetapi benda
ini mempunyai enam sisi, yaitu benda besar ini ada kiri dan kanannya,
mempunyai atas dan bawah, mempunyai depan dan belakang.
Sedangkan Zat Allah tidak menyerupai
makhluk, sempurna Maha Suci Dia dari sebarang sifat kekurangan. Tapi
sekarang ini lain pula keadaannya dari yang di ketahui dahulu. Tapi
sekarang yang patut aku sembah ialah benda yang besar ini. "
Dalam keraguan itu maka Malaikat Maut
pun datang dan terus mencabut nyawanya, maka matilah orang itu di dalam
keadaan kafir dan kekal di dalam neraka dan terhapuslah segala amalan
baik selama hidupnya di dunia ini.
Rombongan 7
Disebutkan dalam sebuah hadith yang artinya: "Ajarkan oleh kamu (orang yang masih hidup) kepada orang yang hampir mati itu: Laa Ilaaha Illallah. "
Terkait: |
Senin, 23 September 2013
7 Rombongan Iblis Saat Sakaratul Maut
Sabtu, 21 September 2013
QUR'AN & SUNNAH tentang siksa kubur
Qur'an dan Sunnah
Agama itu Nasehat
Jadwal Kajian
Kategori
Komentar Terakhir
- nurhayadi on POLIGAMI BUKAN SUNNAH, TETAPI HUKUMNYA JAIZ (BOLEH)
- muhammad irwan on 7 (Tujuh) Hal Yang Dikerjakan di Hari Raya ‘Iedul Fitri
- dwi respati mardanni on Semir Rambut Selain Warna Hitam
- Suparna on ZAKAT Tidak Sama Dengan PAJAK
- ahmad ramdani on Mengapa Harus DUDUK IFTIRASY ketika Shalat 2 Rakaat ?
- Bhe on Hukum Seks Lesbi (Lesbian) Dalam Islam
Link Situs
Blog Stats
- 4,965,091 hits
Daftar isi
Sering dibaca
- Apakah Pelaku Onani/Masturbasi Mendapat Dosa Seperti Orang yang Berzina?
- Hukum "Oral Sex"
- Dzikir-Dzikir Setelah Shalat Wajib
- Hukum “Anal Sex”
- MACAM-MACAM AZAB KUBUR dan Sebab-sebabnya
- Dzikir Pagi dan Petang Sesuai Tuntunan Rasulullah Serta Keutamaannya
- Tata Cara Menangkal dan Menanggulangi Sihir
- WAKTU-WAKTU SHOLAT DAN BATAS AKHIR WAKTU SHOLAT
- 5 (Lima) Perkara yang Dapat Meningkatkan Iman Seseorang
- Hukum Onani atau Masturbasi
Artikel Terkini:
- Adakah Obat Penyakit Lupa-Panawar Lupa ?
- 10 (Sepuluh) Adab dalam Masalah Buang Hajat
- Ringtone Dengan Ayat Ayat Al-Qur’an
- Barang-barang BERTUAH Penolak Bala
- TERORISME Mencoreng Citra Islam di Mata Dunia
- Bolehkah Menonton Permainan Sulap?
- Erosi Akhlak Merupakan MUSIBAH DIATAS MUSIBAH
- Seputar HUKUM BERHIAS bagi Wanita
- ZAKAT Tidak Sama Dengan PAJAK
- Hukum Menonton SEPAK BOLA di Televisi?
- Saat Diberikan Kebaikan Padanya maka Ucapkanlah ‘Jazaakallohu Khoir’
- Menghidupkan Sunnah Nabi yang Kian Terasing
- Mari Mengikuti Sunnah
- Janganlah Menyelisihi Sunnah
- Janganlah Mengolok-olok Sunnah
- Mengetahui Ciri-ciri Ahlus Sunnah
- Adakah Bid’ah Hasanah ?
- Agama Ini Telah Sempurna
- Bid’ah Suatu Perkara Baru Yang Diada-adakan Dalam Agama
- Mengapa Harus Mengikuti Manhaj Salaf ?
- Mengenal Sejarah dan Pemahaman Ahlus Sunnah wal Jama’ah
- Keutamaan Al Qur’an
- Al-Qur`an Obat Segala Penyakit
- Semua Mengaku Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, Siapa mereka yang Sesungguhnya?
- Siapa yang dinamakan Ulama Ahlus Sunnah?
- Mengenal Para Ulama Ahlul Sunnah
- Memuliakan Al-Qur`an Bukan Dengan Menciumnya
- Melafazkan Niat Saat Akan Shalat
- Mengucapkan “Sodaqollahul Adzim” Setelah Membaca Al Qur’an
- Tafsir Ibnu Katsir Salah Satu Kitab Tafsir Al Qur’an Terbaik
- Ketika Nasehat Dianggap Celaan
- Jalan Kebenaran Hanya Satu
- Beberapa Kesalahan yang Sering Terjadi di Musim Haji
- Banyak Shalawat-shalawat Yang Tidak Dicontohkan Rasulullah
- Nasehat Nan Penuh Kenangan
- Salaf Merupakan Cerminan Kemurnian Islam
- Jangan Engkau Shalat Kecuali Menghadap Sutrah atau Pembatas
- Terus Menerus Qunut Dalam Sholat Subuh
- Tahlilan Dalam Kaca Mata Islam serta Historisnya
- Jimat, Benarkah dalam Agama?
- Sesungguhnya Pada Diri Rasulullah Ada Teladan Yang Baik Bagimu
- Yasinan Serta Keutamaannya Satupun Haditsnya Tidak Ada yang Shohih
- Doa Senjata Orang Yang Beriman
- Dzikir Berjamaah Dengan Suara Keras dan Badan Bergoyang-goyang
- Memperingati Malam Perayaan Isra’ Mi’raj
- Mauludan atau Perayaan Memperingati Hari Kelahiran Nabi
- Rajaban serta Keutamaannya Semuanya Hadits Palsu
- Memperingati Upacara Perayaan Malam Nifsu Syaban
- Taqlid, Beramal Dengan Pendapat Seseorang atau Golongan Tanpa Didasari Dalil
- Persatuan Hakiki adalah Persatuan Diatas Sunnah bukan diatas Kelompok atau Partai
- Untuk Apa Kita diciptakan?
- Amalan Yang Paling Utama
- Hadits-hadits Dha’if Seputar Ibadah Haji
- Biarkanlah jenggot kalian menjadi banyak…
- Ikutilah Apa saja yang Berasal dari Rasulullah.
- Perselisihan Umatku adalah Rahmat
- Sunnah-Sunnah yang Terlupakan
- Wajibnya Shalat Fardu di Masjid..
- Bila Jodoh… tak Kunjung Tiba !
- Hadits Al-’Ajn, Mengepalkan Kedua Tangan Ketika Akan Berdiri Dalam Sholat
- Janganlah Kalian Duduk di atas Kuburan dan Jangan Pula Shalat Menghadapnya
- Sudahkah Kita Mencontoh Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wassalam !
- Kemiskinankah yang Kalian Takutkan?
- Adzan di Telinga Kanan dan Iqomat di Telinga Kiri Pada Saat Kelahiran si Bayi
- Mengirim Pahala Bacaan Al Qur’an Untuk Orang yang telah Meninggal (Mayat)
- Al-Qur’an untuk Orang Yang Masih Hidup bukan Untuk Orang Sudah Meninggal
- Janganlah Kau Duakan Ibadahmu
- Jama’ah Saling Bersalam-salaman Setelah Sholat Fardhu
- Nasehat-Nasehat Para Ulama Salaf
- Janganlah Memakai Kain Di Bawah Mata Kaki (Isbal)
- Berdo’a Bersama-sama Sambil Mengangkat Tangan Setelah Selesai Sholat Fardhu
- Hadits Mengerak-gerakan Jari Telunjuk Ketika Shalat
- Mendatangi Tukang Ramal/Dukun dan Bertanya Kepadanya Tentang Sesuatu
- Antara Shalat Shubuh nampak cahaya terang, Gelap diakhir-akhir malam (Gholas) dan Shalat diawal waktu
- Orang Yang Tidak Menjalankan Sholat Terus-menerus
- Janganlah Shaf Sholat Terputus Oleh Tiang Mesjid
- Beberapa Hadits-hadits Dho’if yang Terkenal (Masyur) di Masyarakat Kita
- Mengenal Arti Bid’ah dan Bahaya Bid’ah
- Dzikir Pagi dan Petang Sesuai Tuntunan Rasulullah Serta Keutamaannya
- Al Qur`an Turun Tidaklah Untuk Dipajang di Dinding Dan dijadikan Sebagai Lukisan / Ukiran Kaligrafi
- Kertas Berisi Ayat Al Qur’an yang Tidak Terpakai, Hendaknya Dipendam Dalam Tanah Yang Bersih atau Dibakar
- Hukum Mentato dan Meminta Ditatokan termasuk Tato Sementara (Temporer)
- Janganlah Ingkar Janji
- Laki-Laki Menyerupai Wanita dan Wanita Menyerupai Laki-Laki
- Hukum Aborsi, Menggugurkan Janin (Kandungan)
- Hendaknya Tulisan SAW, SWT, Ass.Wr.Wb Ditulis Lengkap Tidak dengan Menyingkatnya
- Wanita Itu Aurat Maka Bila Ia Keluar Rumah Syaitan Menyambutnya
- Bolehkah Curhat ?
- Demonstrasi (Unjuk rasa) Laki-laki-Perempuan di Jalan-jalan Merupakan Suatu Penentangan Kepada Pemerintah yang Dilarang Rasulullah
- Gigitlah Sunnah ini dengan Gigi Gerahammu
- Apakah Rokok Haram ?
- Shahih Bukhari Dan Shahih Muslim Kitab Hadits Paling Shahih
- 2 (Dua) Sebab Haramnya Makan Daging Anjing
- Tanda-Tanda Ahli Bid’ah Dan Ahli Ahwa’
- Dalil-Dalil tentang Gambar Makhluk Hidup
- Malaikat Rahmat Tidak Akan Memasuki Rumah yang Didalamnya Terdapat Gambar, Patung dan Anjing
- Hadits Shahih Tidaklah Bertentangan dengan Al-Qur`an
- Kawin Kontrak Atau Nikah Mu’tah Dilarang Dalam Islam
- Anggapan Angka 13 Angka Sial, Hari Baik dan Hari Sial Serta Bulan Sial
- Di Balik Meriahnya Peringatan Malam 1 Suro
- Adakah Pacaran Islami ?
- Terlanjur Zina Ingin Taubat, Bagaimana ?
- Adakah Zakat Gaji Bulanan atau Zakat Penghasilan ?
- Macet Berjam-jam Hingga Keluar Waktu Shalat, Bolehkah Menjamaknya?
- Masih ada Tujuh Keajaiban Dunia lagi Yang Lebih Ajaib Lagi
- Barangsiapa Mencaci Waktu (Masa) maka Dia Telah Menyakiti Allah
- Larangan Mengucapkan Kata “Andaikata” Atau “Seandainya” Apabila Mendapat Suatu Musibah Atau Kegagalan
- Menikah Dengan Wanita Kristen
- Pernikahan Menurut Islam dari Mengenal Calon Sampai Proses Akad Nikah
- Jangan Berprasangka Buruk Terhadap Orang Lain dan Jangan Pula Mendengarkan Ucapan Orang Lain Dalam Keadaan Mereka Tidak Suka
- Yang Muslimah Lakukan ketika Hendak Keluar Rumah
- Nyontek Atau Curang Dalam Ujian Di Sekolah/Kuliah
- Sayang Anak, Bolehkah Boneka?
- Meninggalkan Sunnah Menyebabkan Hilangnya Agama
- Keutamaan Menjaga Lisan dan Buah Hasilnya
- Berbicara Soal Dunia di Dalam Masjid
- Mengapa Umat Harus Terpecah Pecah
- Mempererat Ukhuwah dengan Menebar Nasehat
- Shalat Berjama’ah Di Mesjid, Perintah Agama Yang Kian Ditinggalkan
- Mendambakan Wanita Sholehah
- Dan Akhirnya Aku Tersadar Dari Kelalaianku
- Wanita Ahli Surga dan Ciri-Cirinya
- Bagaimana Pakaian yang Seharusnya Dikenakan Ketika Waktu Sholat?
- Wahai Anakku, Dirikanlah Shalat..!
- Kisah Tiga Orang yang di Uji oleh Allah dengan Nikmat, Orang Berpenyakit Kusta, Orang Botak dan Orang Buta
- 10 (Sepuluh) Ciri Utama Pengikut Rasulullah dan Para Shahabatnya
- Antara Menaati Orangtua dan Suami
- Sebarkanlah Salam, Niscaya Kalian Akan Selamat
- Semir Rambut Selain Warna Hitam
- Bom Bunuh Diri Dilarang Dalam Islam
- Jilbab Yang Sesuai Dengan Syariat
- Arti Sebuah Cinta !
- Wajibnya Meluruskan Shaf Dalam Shalat
- Nasehat Untukmu, Wahai Penuntut Ilmu.!
- Akankah Amalku Diterima ?
- Waktu-waktu Yang Terlarang Untuk Shalat
- Jeleknya Berdebat dan Berbantahan Mengenai Agama
- Para Wanita Mendapatkan Apa di Surga Kelak ?
- Prinsip Dakwah Ahlus Sunnah
- Hukum Berdiri Untuk Menyambut
- Hukum Bertepuk Tangan
- Doaku Sepanjang Hidupmu..!
- Di Balik Kelembutan Suaramu
- Barang Siapa Memuliakan Anak Perempuan, Janji Surga Telah Menantikannya
- Hukum Memakai Cincin Pertunangan atau Cincin Kawin
- Nasehat Bagi Wanita yang Terlambat Menikah
- Rukun dan Syarat Akad Nikah
- Mengikuti Kebanyakan Orang (Mayoritas) dalam Beragama
- Menceraikan Istri Atas Perintah Orang Tua
- Ramalan Bintang dalam Sebuah Majalah atau Koran
- Hukum Daging yang Dijual di Pasar
- Tata Cara Wudhu dan Do’a Setelahnya
- Memakai Pakaian Hitam Dalam Rangka Berkabung
- Wanita itu Diciptakan dari Tulang Rusuk
- Penentuan Nasib dengan Burung (Tathoyyur)
- Bersenda Gurau Dengan Menyebut Nama Allah, Alqur’an Atau Rasulullah
- Hukum Meninggalkan Shalat karena Ketiduran atau Lupa
- Adab Menjelang Waktu Magrib atau Malam Hari
- Hukum Syukuran Menempati Rumah Baru
- Hukum Air Laut dan Bangkai Binatang Laut
- Jujurlah dan Janganlah Dusta
- Cerita-Cerita Khayalan dalam Komik Untuk Anak-Anak
- Batas Terakhir untuk Shalat Isya
- Melindungi Tauhid dan Menutup Jalan Kemusyrikan
- Janganlah Mencaci Angin Akan Tetapi Berdoalah
- Hukum Suami Melarang Istri Memakai Jilbab
- Hukum Nikah Dalam Keadaan Hamil
- Berbaik Sangka Kepada Istri
- Tutuplah Aib Saudaramu.. Wahai Muslimah
- Dalam Menuntut Ilmu, Mendahulukan Belajar Ilmu Agama atau Ilmu Dunia ?
- Wanita Pernah Mempunyai Dua Suami di Dunia, Siapa Kelak Yang Menjadi Suaminya Di Surga?
- Akal Yang Sehat Tidak Akan Menyelisihi Nash Al Qur’an Dan Sunnah
- Janganlah Banyak Bersumpah !
- Tahukah Anda bahwa Malaikat, Manusia dan Jin Tidak Dapat Mengetahui yang Ghaib
- Apakah Keberanian Sejati Itu?
- Hukum Orang Yang Mengaku Mengetahui Perkara Ghaib
- Setelah Ajal Menjemput, Man Robbuka?, Sanggupkah Aku Menjawabnya !
- MISTERI.. di ALAM KUBUR
- Bertaubatlah Sebelum Ajal Menjemputmu
- Berlaku Jujur dalam Menerima Kebenaran
- Memasak Sambil Mendengarkan Murottal Al Quran
- Kisah Para Pemuda Penghuni Gua yang Hidup Selama 309 Tahun
- Apakah Nabi Khidir itu Masih Hidup atau Sudah Mati ?
- Hukum Membongkar Kuburan
- Mitos Valentine Day
- Dzulqarnain Bukanlah Alexander The Great
- Beberapa Keutamaan Masjidil Aqsha
- Mengetahui Tanda-tanda Husnul Khatimah Saat Kematian
- Mengetahui Tanda-tanda Husnul Khatimah Saat Kematian
- Ulama adalah Pewaris Nabi
- Mengenal Kelompok Pertama yang Menyimpang Dalam Islam
- Hukum Orang yang Menyakini Teori Darwin, Manusia itu Berasal dari Kera
- Mempunyai Dua Rumah Di Dua Tempat Apakah Shalatnya Boleh di Qashar?
- 6 (Enam) Cara Syaithan Menggoda Bani Adam
- Mengetahui Perbedaan Antara JIN, SETAN dan IBLIS
- Hukum Menjual Barang-Produk Cacat
- Menggabungkan Dua Niat dalam Satu Shalat Sunnah
- Bolehkah Menshalati Mayit yang Dahulu Tidak Shalat?
- Amalan Sunnah Setelah Sholat Jum’at
- 22 Perkara Yang Membatalkan Amalan Seseorang
- Hukum “Anal Sex”
- Hukum “Oral Sex”
- Hukum Onani atau Masturbasi
- Homosex dan Pengobatannya
- Wanita Penebar Pesona, Menuai Petaka
- Hukum Orang Berkeyakinan bahwa Rasulullah dari Cahaya(Nur)
- Berbakti Kepada Orang Tua Walaupun Tidak Sayang pada Kita
- Indahnya Qiyamul Lail, Sholat Tahajjud di Malam Hari
- Kepemimpinan yang Diimpikan dan Diperebutkan
- Titik Akhir Ahlul Hawa Ahli Bid’ah
- Permasalahan Tentang Sholat Ghaib, Sholat yang Jenazahnya Tidak Hadir di Hadapan Kita
- Tahukah Anda, Dimanakah Kiblatnya Doa?
- Apakah Menyentuh Wanita Membatalkan Wudhu’?
- Hukum Makan Kepiting dan yang Hidup di Dua Alam
- Hal Pertama yang Dilakukan Saat Kelahiran Bayi
- Potret Ummat di Akhir Zaman
- Janganlah Mencela Makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala
- 4 (Empat) Keringanan dalam Safar atau Bepergian
- Bagaimana Agar Sholat Menjadi Khusyu’?
- Nyanyian dan Musik Dalam Islam
- Dzikir-dzikir Setelah Shalat Wajib
- Hukum Orang yang Menyatakan Syariat Islam Perlu Direvisi
- Bolehkah Donor Darah untuk Non Muslim?
- 7 (tujuh) Cara Mengatasi Kesulitan Rizqi
- 54 Soal-Jawab tentang Aqidah Seorang Muslim
- Tata Cara Menangkal dan Menanggulangi Sihir
- Ulama Ahlus Sunnah Ahlul Hadits dari Zaman Sahabat hingga Sekarange
- Menuju Pernikahan Mawaddah dan Rahmah
- Janganlah Kalian Takut Kepada Manusia dan Takutlah Kalian Kepada Allah
- Pengagungan Terhadap Sunnah vs Ingkar Sunnah
- Mengapa Minoritas Penghuni Surga adalah Kaum Wanita?
- Rasulullah Berdzikir dengan Jari Kanannya, Tanpa Alat Tasbih
- Barang yang Sudah Dibeli Tidak Dapat Dikembalikan
- Agama Itu adalah Nasehat
- Tanamkan Sifat Malu Dalam Dirimu.. Wahai Muslimah
- Pendamping Rasulullah di Negeri Yang Kekal Abadi
- Macam-macam Sabar dan Keutamaannya
- Tiga Generasi Terbaik Umat Manusia
- Seluruh Ummat Muhammad Akan Masuk Surga Kecuali yang Enggan
- 8 (Delapan) Penyebab Batalnya Wudhu Seseorang
- Hikmah Larangan Berpuasa Hari Jum’at
- Mengenal Mahram Kita, Siapa Saja Mahram Itu?
- Etika Memberi Nama Anak Dalam Islam
- Peringatan Bagi yang Tergesa-gesa Untuk Berpoligami
- Disaat-saat Rasulullah Menangis…
- Berita tentang Datangnya Hari Kiamat
- Kumpulan Dzikir dan Do’a (Hisnul Muslim 1) Perisai Seorang Muslim-1
- Kumpulan Dzikir dan Do’a (Hisnul Muslim 2) Perisai Seorang Muslim-2
- Hadits-hadits Lemah Dalam Kitab Hisnul Muslim
- Hukum Mengerik Bulu Alis
- 7 (Tujuh) Puasa-Puasa Sunnah Yang Perlu Kita Ketahui
- Jika Engkau Kaya maka Bersyukurlah, dan Jika Engkau Miskin maka Bersabarlah
- Mengenal Tentang Tabarruj? Apa dan Maknanya
- Keutamaan Qabliyah Shubuh, Sholat 2 Raka’at Sebelum Sholat Subuh
- Mengenal Lebih Dekat Pribadi Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam
- Nasehat Ayah kepada Sang Putrinya
- Berpikirlah Tentang Ciptaan Allah dan Janganlah Berpikir Tentang Allah
- Meninggalkan Sholat Jama’ah Ciri Orang Munafik
- Bagaimana Cara Bertayammum Dalam Keadaan Sakit atau di Saat Berpergian (Safar)?
- Antara Bau Bawang dan Bau Rokok – Adab Dalam Masjid
- Keutamaan Keutamaan Dzikir
- Ramadhan Yang Kurindukan..
- Cara Menentukan Awal Bulan Ramadhan dan Syawal
- Balasan Pahala Bagi yang Beribadah Puasa
- Puasa Ramadhan Bersama Pemerintah
- 5 (Lima) Hal yang Dapat Membatalkan Puasa
- Hikmah dan Keutamaan dalam Berpuasa
- 44 Soal-Jawab Seputar Puasa Ramadhan
- Jumlah Raka’at dalam Shalat Tarawih
- 9 (Sembilan) Hal yang Tidak Membatalkan Puasa
- Batas Akhir Makan Sahur, Adakah Imsak?
- Hukum Seputar Ramadhan – Kumpulan Fatwa Ulama
- 5 (Lima) Keringanan Untuk Tidak Berpuasa Dalam Bulan Ramadhan
- Hadits-Hadits Dho’if Sekitar Ramadhan
- Ancaman Bagi Yang Membatalkan Puasa Ramadhan dengan Sengaja
- Hal Yang Wajib Dijauhi Saat Berpuasa
- Bagaimanakah I’tikaf yang Benar?
- Hukum Fidyah dan Penjelasan Lengkapnya
- Bagaimana Mencari Lailatul Qadar (Malam Seribu Bulan) Serta Tanda Tanda Orang Mendapatkannya
- Tunaikanlah Zakat Fitri dan Zakat Harta di Bulan Ramadhan Ini
- Zakat Fitrah Berupa Makanan Bukan dengan Uang Tunai
- 7 (Tujuh) Hal Yang Dikerjakan di Hari Raya ‘Iedul Fitri
- Pentingnya Puasa 6 Hari di Bulan Syawal
- Untukmu.. Ayah dan Ibu
- Bagaimana Meraih Kebahagiaan Hakiki?
- Kuserahkan Diriku Kepada-Mu Ya Allah..
- 4 (Empat) Nasehat buat Saudariku Muslimah
- Fiqih Tentang Masalah Wanita
- Beberapa Macam NAJIS yang Perlu Diketahui
- Allah Menciptakan Adam dan Hikmahnya
- Pilihlah Wanita yang Memiliki Agama
- MARI MENGENAL ALLAH
- AWAL PERMUSUHAN IBLIS KEPADA MANUSIA
- Potret Kehidupan Zaman Jahiliyah
- Ujian Yang Paling Besar Bagi Laki-Laki Adalah Wanita
- Ridho Serta Sabar dengan Taqdir Allah, wahai saudaraku !
- Bersabarlah Wahai Saudaraku Menghadapi Musibah Ini
- Hikmah dari Beriman kepada Takdir
- Sesungguhnya Kita Milik Allah Dan Kepada-Nya Kita Kembali
- Soal-Jawab Tentang Tiga Landasan Utama
- Dahsyatnya Siksaan di Dalam Neraka
- Melihat Sifat-Sifat Penghuni SURGA
- Hukum Orang Meninggalkan Sunnah
- Sulitnya Taubat Bagi Orang yang Mengamalkan Bid’ah
- Kehidupan Dunia Hanyalah Kesenangan yang Menipu
- Hakikat Sombong adalah Menolak Kebenaran dan Meremehkan Orang lain
- Tata Cara Pengobatan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam
- Masuknya Jin ke dalam Tubuh Manusia (Kesurupan) dan Pengobatannya
- SIWAK dan KEUTAMAANNYA (Kisah Orang yang Mengejek Siwak)
- Bersegeralah Membayar Qadha Puasa Ramadhan yang Tertinggal
- Lutut atau Tangankah yang Lebih Dulu Menyentuh Bumi Ketika Sujud
- Sebab-Sebab Terjadinya Musibah dan Cara Mengatasinya
- Bagaimanakah Memilih Teman yang Baik?
- Bisa Jadi Kamu Membenci Sesuatu Namun Itu Baik Buatmu
- Manusia Dengan Wajah Tak Berdaging..
- 8 (Delapan) Hal Keutamaan dalam Berjilbab/Hijab
- Pakaian Wanita di Dalam Shalat
- “WASIAT BOHONG” dari Seorang Pelayan Masjid Nabawi
- Bahaya Menolak Hadits Ahad sebagai Hujjah dalam Aqidah
- Rambu-rambu Dalam Beragama Agar Tidak Menyimpang
- 11 (Sebelas) Hal yang Dilakukan Ketika Datang dan Pulang dari Masjid
- Sebab sebab Hati (Qalbu) Mengeras..
- Sikap Merendah Tanpa Menghinakan Diri (Tawadhu’)
- Kewajiban Taat Kepada Pemerintah
- Janganlah Menyakiti Suami – Nasehat Untuk Muslimah
- 5 (Lima) Perkara yang Dapat Meningkatkan Iman Seseorang
- Manhaj Salaf – Jalan Tepat Dalam Memahami Islam
- Soal-Jawab: Apa Dosa yang Paling Besar di Sisi Allah?
- Bagaimana Cara Menafsirkan Al-Quran ?
- 8 (Delapan) Hal Wanita Sholat Berjam’ah di Masjid
- Islam sebagai Rahmat untuk Seluruh Alam
- Salaf, Sebaik-baiknya Generasi Ummat Ini
- Mengetahui Bagaimana Proses Penciptaan Manusia
- 10 (Sepuluh) Hal Pembatal Keislaman kita
- Pentingnya Banyak Mengingat KEMATIAN
- Bolehkah Meminta Tolong Jin Untuk Mengetahui Penyakit?
- Janganlah Mengucapkan Kafir Kepada Saudaramu
- Ngalap Berkah Kyai, Bolehkah?
- Beberapa MANFAAT MADU Untuk Kesehatan
- 4 (Empat) Pilar kekafiran: Sombong, Dengki, Amarah, dan Syahwat
- Sudahkah Kita Mengoreksi Pergaulan Kita !
- Pandangan Syariah Tentang BAYI TABUNG
- Tanya-Jawab: Menepis Bisikan Setan
- Haji ke Baitullah Bukan Untuk Mencari Gelar atau Menaikkan Status Sosial
- Imam yang Perokok dan Memotong Jenggotnya
- Berhari hari Tidak Sholat Karena Pingsan (Tidak Sadar), Apakah Wajib Mengqadhanya?
- Bolehkah Anak-anak Memakai Pakaian Pendek Sehingga Terlihat Pahanya?
- Sejarah Pengumpulan Mushaf Utsmany (AlQuran Sekarang)
- Fatwa-fatwa Ulama Ahlus Sunnah Seputar Hukum Video dan Gambar
- Nasehat Bagi Wanita yang Tidak Mau Mendengarkan dan Mematuhi Perkataan Suaminya
- Apakah Sah Sholat Wanita dengan Memakai Kaos Tangan ?
- Mengetahui Beberapa Perangkap atau Jerat-jerat SETAN
- Sunnahnya Berdo’a Sendiri-sendiri Setelah Sholat Berjama’ah
- 2 (Dua) Langka Penyembuhan Seseorang yang Terkena SIHIR, TENUNG, GUNA-GUNA dan Sejenisnya
- Orang Tua Menolak Menikahkan Anak Perempuannya Karena Alasan Study
- 20 (Dua Puluh) Soal-Jawab Tentang Sholat Subuh
- Bolehkah Menarik Seseorang dari Shof Untuk Sholat Bersamanya?
- Berapakah Jarak Perjalanan Seorang Musafir yang Diperbolehkan Melakukan Qashor?
- Apakah Sah Akad Nikah Ketika Sedang Haid?
- 28 (Duapuluh Delapan) Tuntunan Dalam Manasik Haji
- Mengenal 3 Jenis Haji dan 2 (Dua) Macam Miqat Haji
- 15 (Lima Belas) Hal Yang Berkaitan Penyembelih Hewan Kurban
- Tata Cara MENYEMBELIH HEWAN KURBAN
- 8 (Delapan) Adab Dalam Merayakan ‘Iedul Adha
- Apabila Hari Raya ‘Ied Bertepatan dengan Hari Jum’at
- KIAMAT 2012 MENGGUNCANG DUNIA
- [LENGKAP] Jenis-jenis Makanan Haram dan Halal
- AZAB KUBUR dan NIKMAT KUBUR di Alam Barzakh
- MACAM-MACAM AZAB KUBUR dan Sebab-sebabnya
- Jagalah Diri dan Keluarga dari Api Neraka
- Kebahagiaan Bukan Berupa Harta, Pangkat, Jabatan, dan Kedudukan
- KISAH si Pembunuh 100 (Seratus) Jiwa
- Tidur Siang Merupakan Sunnah yang Kian Ditinggalkan
- Bolehkah Menyembelih Hewan Sakit ?
- Dalil-dalil Wajibnya Memanjangkan Jenggot dan Memotong Kumis
- Fatawa Ulama Seputar Jenggot
- ADAKAH KHITAN BAGI WANITA ?
- Janganlah Menjauhkan Diri Dari Sunnah
- Kisah 3 (Tiga) Orang Terkurung di Dalam Gua
- Memaafkan Kesalahan dan Mengubur Dendam
- Fatwa ulama– Menyambung dan Menambah Rambut Wanita
- Bolehkah Bersetubuh Sebelum Istri Mandi Haid ?
- Lupa Mengucapkan Basmallah Saat Menyembelih, Halalkah Dagingnya?
- Terdengar Angin Bergolak di Dalam Perut
- Apakah Mushaf Al Quran Sekarang Telah Mengalami Perubahan ?
- Hukum Berpartisipasi Dalam Hari Raya Non Muslim
- Hukum Memperingati Tahun Baru Islam
- Puasa Sunnah di Bulan Muharram (Puasa Asyura)
- Kajian Ilmiah Bandung (19-20/12/09)
- Kisah Pertama Kali Manusia Terbunuh- Kisah Habil dan Qabil
- Agar Anak Tidak Menjadi Teroris
- Pembagian Waktu dalam Belajar dan Menghapal
- Hilah yang Sering Dilakukan di Masa Kini, Apa itu Hilah dan Bentuknya?
- Jenis-jenis Harta Apa Saja yang Dikenai Zakat
- Hukum Seks Lesbi (Lesbian) Dalam Islam
- Perkara Penting Setelah Kematian Manusia
- Menyimak Nasehat Ulama Di Akhir Tahun
- Muhasabah (Introspeksi Diri) di Penghujung Tahun – Sebuah Renungan
- Apakah JIN Mengetahui Perkara GHAIB?
- Hukum Menggantungkan Gambar Makhluk Hidup
- Hukum Menjadikan Sumpah “DEMI ALLAH” sebagai Kebiasaan
- Hukum Menyembelih Ketika Membangun Rumah untuk Menguatkan Bangunan dan Pondasi
- Kajian Ilmiah Bandung (19-20/12/09)
- Hukum Memendekan Rambut Bagi Wanita
- Mengapa Sebagian Orang Menganggap Bulan Muharram Bulan Sial?
- Adakah Reinkarnasi, Perjalanan Arwah dari satu Jasad ke Jasad Lainnya
- Cara Menguatkan Iman dan Melembutkan Hati
- Kajian Ilmiah Bandung (19-20/12/09)
- Dua Orang sedang Sholat Berjama’ah, lalu Datang Orang Ketiga, Dimana Posisi Dia Berdiri?
- Hukum Menindik Telinga dan Hidung
- Kisah Batil dalam Kitab Fadha’il al-A’mal
- Hukum Mandi Uap Sauna Tanpa Penutup Tubuh
- Lupa Jumlah Raka’at Ketika Sholat, Apa Solusinya?
- Yang Tua Dihormati, Yang Kecil Disayangi
- 10 (Sepuluh) Sebab Terhapusnya Dosa
- Simpanan yang Tak Akan Sirna
- Keutamaan Surat Al-Fatihah
- 15 (Limabelas) Adab Berbicara Bagi Wanita Muslimah
- Mengenal Imam Mahdi – Nama dan Nasabnya, Sifat Fisiknya, Waktu dan Proses Munculnya
- Mengimani Kedatangan Imam Mahdi di Akhir Zaman
- Fitnah Dajjal adalah Fitnah Terbesar Sepanjang Perjalanan Hidup Manusia
- Beberapa Pengingkaran Keberadaan Dajjal
- Adakah Dajjal? (Kontroversi Seputar Dajjal)
- Sifat-sifat Dajjal dan Bentuk Fisiknya
- Keluarnya Dajjal Sebagai Tanda Hari Kiamat
- Menanti Tanda-tanda Kekuasaan Allah di Akhir Zaman
- Menyibak Misteri Ibnu Shayyad
Berlangganan
DAFTAR ISI
MACAM-MACAM AZAB KUBUR dan Sebab-sebabnya
Posted by Admin pada 30/11/2009
1. Diperlihatkan neraka jahannam
النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا
“Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang.” (Ghafir: 46)
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ
أَحَدَكُمْ إِذَا مَاتَ عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدَهُ بِالْغَدَاةِ
وَالْعَشِيِّ، إِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَمِنْ أَهْلِ
الْجَنَّةِ، وَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَمِنْ أَهْلِ النَّارِ
فَيُقَالُ: هَذَا مَقْعَدُكَ حَتَّى يَبْعَثَكَ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Sesungguhnya
apabila salah seorang di antara kalian mati maka akan ditampakkan
kepadanya calon tempat tinggalnya pada waktu pagi dan sore. Bila dia
termasuk calon penghuni surga, maka ditampakkan kepadanya surga. Bila
dia termasuk calon penghuni neraka maka ditampakkan kepadanya neraka,
dikatakan kepadanya: ‘Ini calon tempat tinggalmu, hingga Allah Subhanahu
wa Ta’ala membangkitkanmu pada hari kiamat’.” (Muttafaqun ‘alaih)
2. Dipukul dengan palu dari besi
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
فَأَمَّا
الْكَافِرُ وَالْمُنَافِقُ فَيَقُولَانِ لَهُ: مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي
هَذَا الرَّجُلِ؟ فَيَقُولُ: لَا أَدْرِي، كُنْتُ أَقُولُ مَا يَقُولُ
النَّاسُ. فَيَقُولَانِ: لَا دَرَيْتَ وَلَا تَلَيْتَ. ثُمَّ يُضْرَبُ
بِمِطْرَاقٍ مِنْ حَدِيدٍ بَيْنَ أُذُنَيْهِ فَيَصِيحُ فَيَسْمَعُهَا مَنْ
عَلَيْهَا غَيْرُ الثَّقَلَيْنِ
Adapun
orang kafir atau munafik, maka kedua malaikat tersebut bertanya
kepadanya: “Apa jawabanmu tentang orang ini (Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam)?” Dia mengatakan: “Aku tidak tahu. Aku mengatakan apa
yang dikatakan orang-orang.” Maka kedua malaikat itu mengatakan:
“Engkau tidak tahu?! Engkau tidak membaca?!” Kemudian ia dipukul dengan
palu dari besi, tepat di wajahnya. Dia lalu menjerit dengan jeritan yang
sangat keras yang didengar seluruh penduduk bumi, kecuali dua golongan:
jin dan manusia.” (Muttafaqun ‘alaih)
3.
Disempitkan kuburnya, sampai tulang-tulang rusuknya saling bersilangan,
dan didatangi teman yang buruk wajahnya dan busuk baunya.
Dalam
hadits Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu yang panjang, Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang orang kafir setelah
mati:
فَأَفْرِشُوهُ
مِنَ النَّارِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا مِنَ النَّارِ؛ فَيَأْتِيهِ مِنْ
حَرِّهَا وَسُمُومِهَا وَيَضِيقُ عَلَيْهِ قَبْرُهُ حَتَّى تَخْتَلِفَ
فِيهِ أَضْلاَعُهُ وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ قَبِيحُ الْوَجْهِ قَبِيحُ
الثِّيَابِ مُنْتِنُ الرِّيحِ فَيَقُولُ: أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُوؤُكَ،
هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ. فَيَقُولُ: مَنْ أَنْتَ،
فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ الَّذِي يَجِيءُ بِالشَّرِّ. فَيَقُولُ: أَنَا
عَمَلُكَ الْخَبِيثُ. فَيَقُولُ: رَبِّ لَا تُقِمِ السَّاعَةَ
“Gelarkanlah
untuknya alas tidur dari api neraka, dan bukakanlah untuknya sebuah
pintu ke neraka. Maka panas dan uap panasnya mengenainya. Lalu
disempitkan kuburnya sampai tulang-tulang rusuknya berimpitan. Kemudian
datanglah kepadanya seseorang yang jelek wajahnya, jelek pakaiannya, dan
busuk baunya. Dia berkata: ‘Bergembiralah engkau dengan perkara yang
akan menyiksamu. Inilah hari yang dahulu engkau dijanjikan dengannya (di
dunia).’ Maka dia bertanya: ‘Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang
datang dengan kejelekan.’ Dia menjawab: ‘Aku adalah amalanmu yang
jelek.’ Maka dia berkata: ‘Wahai Rabbku, jangan engkau datangkan hari
kiamat’.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Al-Hakim)
4.
Dirobek-robek mulutnya, dimasukkan ke dalam tanur yang dibakar, dipecah
kepalanya di atas batu, ada pula yang disiksa di sungai darah, bila mau
keluar dari sungai itu dilempari batu pada mulutnya.
Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Jibril dan Mikail
‘alaihissalam sebagaimana disebutkan dalam hadits yang panjang:
فَأَخْبِرَانِي
عَمَّا رَأَيْتُ. قَالَا: نَعَمْ، أَمَّا الَّذِي رَأَيْتَهُ يُشَقُّ
شِدْقُهُ فَكَذَّابٌ يُحَدِّثُ بِالْكَذْبَةِ فَتُحْمَلُ عَنْهُ حَتَّى
تَبْلُغَ الْآفَاقَ فَيُصْنَعُ بِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَالَّذِي
رَأَيْتَهُ يُشْدَخُ رَأْسُهُ فَرَجُلٌ عَلَّمَهُ اللهُ الْقُرْآنَ فَنَامَ
عَنْهُ بِاللَّيْلِ وَلَمْ يَعْمَلْ فِيهِ بِالنَّهَارِ يُفْعَلُ بِهِ
إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَالَّذِي رَأَيْتَهُ فِي الثَّقْبِ فَهُمُ
الزُّنَاةُ، وَالَّذِي رَأَيْتَهُ فِي النَّهْرِ آكِلُوا الرِّبَا
“Beritahukanlah
kepadaku tentang apa yang aku lihat.” Keduanya menjawab: “Ya. Adapun
orang yang engkau lihat dirobek mulutnya, dia adalah pendusta. Dia
berbicara dengan kedustaan lalu kedustaan itu dinukil darinya sampai
tersebar luas. Maka dia disiksa dengan siksaan tersebut hingga hari
kiamat. Adapun orang yang engkau lihat dipecah kepalanya, dia adalah
orang yang telah Allah ajari Al-Qur’an, namun dia tidur malam (dan tidak
bangun untuk shalat malam). Pada siang hari pun dia tidak
mengamalkannya. Maka dia disiksa dengan siksaan itu hingga hari kiamat.
Adapun yang engkau lihat orang yang disiksa dalam tanur, mereka adalah
pezina. Adapun orang yang engkau lihat di sungai darah, dia adalah orang
yang makan harta dari hasil riba.” (HR. Al-Bukhari no. 1386 dari Jundub bin Samurah radhiyallahu ‘anhu)
5. Dicabik-cabik ular-ular yang besar dan ganas
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
فَإِذَا
أَنَا بِنِسَاءٍ تَنْهَشُ ثَدْيَهُنَّ الْحَيَّاتُ، فَقُلْتُ: مَا بَالُ
هَؤُلَاءِ؟ فَقَالَ: اللَّوَاتِي يَمْنَعْنَ أَوْلَادَهُنَّ أَلْبَانَهُنَّ
“Tiba-tiba
aku melihat para wanita yang payudara-payudara mereka dicabik-cabik
ular yang ganas. Maka aku bertanya: ‘Kenapa mereka?’ Malaikat menjawab:
‘Mereka adalah para wanita yang tidak mau menyusui anak-anaknya (tanpa
alasan syar’i)’.” (HR. Al-Hakim. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullahu
dalam Al-Jami’ush Shahih berkata: “Ini hadits shahih dari Abu Umamah
Al-Bahili radhiyallahu ‘anhu.”)
Sebab Mendapatkan Adzab Kubur
Banyak
sekali hal-hal yang menyebabkan seseorang mendapatkan adzab kubur.
Sampai-sampai Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu dalam kitabnya Ar-Ruh
menyatakan: “Secara global, mereka diadzab karena kejahilan mereka
tentang Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak melaksanakan perintah-Nya, dan
karena perbuatan mereka melanggar larangan-Nya. Maka, Allah Subhanahu wa
Ta’ala tidak akan mengadzab ruh yang mengenal-Nya, mencintai-Nya,
melaksanakan perintah-Nya, dan meninggalkan larangan-Nya. Demikian juga,
Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan mengadzab satu badan pun yang ruh
tersebut memiliki ma’rifatullah (pengenalan terhadap Allah)
selama-lamanya. Sesungguhnya adzab kubur dan adzab akhirat adalah akibat
kemarahan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kemurkaan-Nya terhadap
hamba-Nya. Maka barangsiapa yang menjadikan Allah Subhanahu wa Ta’ala
marah dan murka di dunia ini, lalu dia tidak bertaubat dan mati dalam
keadaan demikian, niscaya dia akan mendapatkan adzab di alam barzakh
sesuai dengan kemarahan dan kemurkaan-Nya.” (Ar-Ruh hal. 115)
Di antara sebab-sebab adzab kubur secara terperinci adalah sebagai berikut:
1. Kekafiran dan kesyirikan.
Sebagaimana adzab yang menimpa Fir’aun dan bala tentaranya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فَوَقَاهُ
اللهُ سَيِّئَاتِ مَا مَكَرُوا وَحَاقَ بِآلِ فِرْعَوْنَ سُوءُ
الْعَذَابِ. النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ
تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا ءَالَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ
“Maka
Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Fir’aun
beserta kaumnya dikepung oleh adzab yang amat buruk. Kepada mereka
dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya
kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): ‘Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke
dalam adzab yang sangat keras’.” (Ghafir: 45-46)
2. Kemunafikan
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَمِمَّنْ
حَوْلَكُمْ مِنَ الْأَعْرَابِ مُنَافِقُونَ وَمِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ
مَرَدُوا عَلَى النِّفَاقِ لَا تَعْلَمُهُمْ نَحْنُ نَعْلَمُهُمْ
سَنُعَذِّبُهُمْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إِلَى عَذَابٍ عَظِيمٍ
“Di
antara orang-orang Arab Badui yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang
munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan
dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi)
Kamilah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali
kemudian mereka akan dikembalikan kepada adzab yang besar.” (At-Taubah: 101)
3. Tidak menjaga diri dari air kencing dan mengadu domba
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَرَّ
النَّبِيُّ n بِقَبْرَينِ فَقَالَ: إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا
يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ، أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنَ
الْبَوْلِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ. فَأَخَذَ
جَرِيدَةً رَطْبَةً فَشَقَّهَا نِصْفَيْنِ فَغَرَزَ فِي كُلِّ قَبْرٍ
وَاحِدَةً. فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، لِمَا فَعَلْتَ هَذَا؟ قَالَ:
لَعَلَّهُ يُخَفَّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا
Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati dua kuburan. Beliau Shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya keduanya sedang diadzab, dan
tidaklah keduanya diadzab disebabkan suatu perkara yang besar (menurut
kalian). Salah satunya tidak menjaga diri dari percikan air kencing,
sedangkan yang lain suka mengadu domba antara manusia.” Beliau lalu
mengambil sebuah pelepah kurma yang masih basah, kemudian beliau belah
menjadi dua bagian dan beliau tancapkan satu bagian pada masing-masing
kuburan. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, mengapa engkau
melakukan hal ini?” Beliau menjawab: “Mudah-mudahan diringankan adzab
tersebut dari keduanya selama pelepah kurma itu belum kering.” (Muttafaqun ‘alaih dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma)
4. Ghibah
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَمَّا
عَرَجَ بِي رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ مَرَرْتُ بِقَوْمٍ لَهُمْ أَظْفَارٌ مِنْ
نُحَاسٍ يَخْمُشُونَ وُجُوهَهُمْ وَصُدُورَهُمْ، فَقُلْتُ: مَنْ هَؤُلَاءِ
يَا جِبْرِيلُ؟ قَالَ: هَؤُلَاءِ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ لُحُومَ النَّاسِ
وَيَقَعُونَ فِي أَعْرَاضِهِمْ
“Tatkala
Rabbku memi’rajkanku (menaikkan ke langit), aku melewati beberapa kaum
yang memiliki kuku dari tembaga, dalam keadaan mereka mencabik-cabik
wajah dan dada mereka dengan kukunya. Maka aku bertanya: ‘Siapakah
mereka ini wahai Jibril?’ Dia menjawab: ‘Mereka adalah orang-orang yang
memakan daging (suka mengghibah) dan menjatuhkan kehormatan manusia’.”
(HR. Ahmad, dishahihkan Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no.
533. Hadits ini juga dicantumkan dalam Ash-Shahihul Musnad karya
Asy-Syaikh Muqbil rahimahullahu)
Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullahu menyatakan: “Sebagian
ulama menyebutkan rahasia dikhususkannya (penyebab adzab kubur) air
kencing, namimah (adu domba), dan ghibah (menggunjing). Rahasianya
adalah bahwa alam kubur itu adalah tahap awal alam akhirat. Di dalamnya
terdapat beberapa contoh yang akan terjadi pada hari kiamat, seperti
siksaan ataupun balasan yang baik. Sedangkan perbuatan maksiat yang akan
disiksa karenanya ada dua macam: terkait dengan hak Allah Subhanahu wa
Ta’ala dan terkait dengan hak hamba. Hak-hak Allah Subhanahu wa Ta’ala
yang pertama kali akan diselesaikan pada hari kiamat adalah shalat,
sedangkan yang terkait dengan hak-hak hamba adalah darah.
Adapun
di alam barzakh, yang akan diputuskan adalah pintu-pintu dari kedua hak
ini dan perantaranya. Maka, syarat sahnya shalat adalah bersuci dari
hadats dan najis. Sedangkan pintu tumpahnya darah adalah namimah (adu
domba) dan menjatuhkan kehormatan orang lain. Keduanya adalah dua jenis
perkara menyakitkan yang paling ringan, maka diawali di alam barzakh
dengan evaluasi serta siksaan karena keduanya.” (Ahwalul Qubur hal. 89)
5. Niyahah (meratapi jenazah)
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
إِنَّ الْمَيِّتَ يُعَذَّبُ بِبُكَاءِ أَهْلِهِ عَلَيْهِ
“Sesungguhnya mayit itu akan diadzab karena ratapan keluarganya.” (Muttafaqun ‘alaih)
Dalam riwayat lain dalam Shahih Muslim:
الْمَيِّتُ يُعَذَّبُ فِي قَبْرِهِ بِمَا نِيحَ عَلَيْهِ
“Mayit itu akan diadzab di kuburnya dengan sebab ratapan atasnya.”
Jumhur
ulama berpendapat, hadits ini dibawa kepada pemahaman bahwa mayit yang
ditimpa adzab karena ratapan keluarganya adalah orang yang berwasiat
supaya diratapi, atau dia tidak berwasiat untuk tidak diratapi padahal
dia tahu bahwa kebiasaan mereka adalah meratapi orang mati. Oleh karena
itu Abdullah ibnul Mubarak rahimahullahu berkata: “Apabila dia telah
melarang mereka (keluarganya) meratapi ketika dia hidup, lalu mereka
melakukannya setelah kematiannya, maka dia tidak akan ditimpa adzab
sedikit pun.” (Umdatul Qari’, 4/78)
Adzab di sini menurut mereka maknanya adalah hukuman. (Ahkamul Jana’iz, hal. 41)
Selain sebab-sebab di atas, ada beberapa hal lain yang telah disebutkan dalam pembahasan Macam-macam Adzab Kubur.
Apakah Adzab Kubur itu Terus-Menerus?
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu berkata: “Jawaban terhadap pertanyaan ini:
1.
Adzab kubur bagi orang-orang kafir terjadi terus-menerus dan tidak
mungkin terputus karena mereka memang berhak menerimanya. Seandainya
adzab tersebut terputus atau berhenti, maka kesempatan ini menjadi waktu
istirahat bagi mereka. Padahal mereka bukanlah orang-orang yang berhak
mendapatkan hal itu. Maka, mereka adalah golongan orang-orang yang
terus-menerus dalam adzab kubur sampai datangnya hari kiamat, walaupun
panjang masanya.
2.
Orang-orang beriman yang berbuat maksiat, Allah Subhanahu wa Ta’ala
mengadzab mereka dengan sebab dosa-dosanya. Di antara mereka ada yang
diadzab terus-menerus, ada pula yang tidak. Ada yang panjang masanya,
ada pula yang tidak, tergantung dosa-dosanya serta ampunan Allah
Subhanahu wa Ta’ala.” (Syarh Al-‘Aqidah Al-Wasithiyyah, 2/123)
Amalan yang Menyelamatkan dari Adzab Kubur
Setelah
memberitahukan dahsyatnya adzab kubur dan sebab-sebab yang akan
menyeret ke dalamnya, baik melalui firman-Nya ataupun melalui lisan
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia, dengan rahmat dan
keutamaan-Nya, Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memberitahukan
amalan-amalan yang akan menyelamatkan dari adzab kubur tersebut.
Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu berkata: “Sebab-sebab yang akan menyelamatkan seseorang dari adzab kubur terbagi menjadi dua:
1. Sebab-sebab secara global
Yaitu dengan menjauhi seluruh sebab yang akan menjerumuskan ke dalam adzab kubur sebagaimana yang telah disebutkan.
Sebab
yang paling bermanfaat adalah seorang hamba duduk beberapa saat sebelum
tidur untuk mengevaluasi dirinya: apa yang telah dia lakukan, baik
perkara yang merugikan maupun yang menguntungkan pada hari itu. Lalu dia
senantiasa memperbarui taubatnya yang nasuha antara dirinya dengan
Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga dia tidur dalam keadaan bertaubat
dan berkemauan keras untuk tidak mengulanginya bila nanti bangun dari
tidurnya. Dia lakukan itu setiap malam. Maka, apabila dia mati (ketika
tidurnya itu), dia mati di atas taubat. Apabila dia bangun, dia bangun
tidur dalam keadaan siap untuk beramal dengan senang hati, karena Allah
Subhanahu wa Ta’ala menunda ajalnya hingga dia menghadap Rabbnya dan
berhasil mendapatkan segala sesuatu yang terluput. Tidak ada perkara
yang lebih bermanfaat bagi seorang hamba daripada taubat ini. Terlebih
lagi bila dia berzikir setelah itu dan melakukan sunnah-sunnah yang
datang dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika dia hendak
tidur sampai benar-benar tertidur. Maka, barangsiapa yang Allah
Subhanahu wa Ta’ala kehendaki kebaikan baginya, niscaya Allah Subhanahu
wa Ta’ala akan berikan hidayah taufik untuk melakukan hal itu. Dan tiada
kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
2. Sebab-sebab terperinci
Di antaranya:
- Ribath (berjaga di pos perbatasan wilayah kaum muslimin) siang dan malam.
Dari Fadhalah bin Ubaid radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
كُلُّ
مَيِّتٍ يُخْتَمُ عَلَى عَمَلِهِ إِلَّا الَّذِي مَاتَ مُرَابِطًا فِي
سَبِيلِ اللهِ فَإِنَّهُ يُنْمَى لَهُ عَمَلُهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
وَيَأْمَنُ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ
“Setiap
orang yang mati akan diakhiri/diputus amalannya, kecuali orang yang
mati dalam keadaan ribath di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Amalannya
akan dikembangkan sampai datang hari kiamat dan akan diselamatkan dari
fitnah kubur.” (HR. At-Tirmidzi dan Abu Dawud)
- Mati syahid
Dari Ubadah bin Ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
لِلشَّهِيدِ
عِنْدَ اللهِ سِتُّ خِصَالٍ: يُغْفَرُ لَهُ فِي أَوَّلِ دُفْعَةٍ مِنْ
دَمِهِ، وَيُرَى مَقْعَدَهُ مِنَ الْجَنَّةِ، وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ
الْقَبْرِ، وَيَأْمَنُ مِنَ الْفَزَعِ الْأَكْبَرِ، وَيُحَلَّى حُلَّةَ
الْإِيمَانِ وَيُزَوَّجُ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ، وَيُشَفَّعُ فِي
سَبْعِينَ إِنْسَانًا مِنْ أَقَارِبِهِ
“Orang
yang mati syahid akan mendapatkan enam keutamaan di sisi Allah
Subhanahu wa Ta’ala: diampuni dosa-dosanya dari awal tertumpahkan
darahnya, akan melihat calon tempat tinggalnya di surga, akan
diselamatkan dari adzab kubur, diberi keamanan dari ketakutan yang
sangat besar, diberi hiasan dengan hiasan iman, dinikahkan dengan
bidadari, dan akan diberi kemampuan untuk memberi syafaat kepada 70
orang kerabatnya.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah. Al-Albani
berkata dalam Ahkamul Jana’iz bahwa sanadnya hasan)
- Mati pada malam Jumat atau siang harinya.
Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-’Ash radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يـَمُوتُ يَوْمَ الْـجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ
“Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jumat atau malamnya, kecuali Allah akan melindunginya dari fitnah kubur.”
(HR. Ahmad dan Al-Fasawi. Asy-Syaikh Al-Albani mengatakan dalam Ahkamul
Jana’iz bahwa hadits ini dengan seluruh jalur-jalurnya hasan atau
shahih)
- Membaca surat Al-Mulk
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
هِيَ الْمَانِعَةُ هِيَ الْمُنْجِيَةُ تُنْجِيهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
“Dia (surat Al-Mulk) adalah penghalang, dia adalah penyelamat yang akan menyelamatkan pembacanya dari adzab kubur.” (HR. At-Tirmidzi, lihat Ash-Shahihah no. 1140) [dinukil dari Ar-Ruh dengan sedikit perubahan]
- Doa sebagaimana yang telah lalu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung dari adzab kubur dan memerintahkan umatnya untuk berlindung darinya.
Nikmat Kubur
Setelah
mengetahui dan meyakini adanya adzab kubur yang demikian mengerikan dan
menakutkan, berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih, juga
mengetahui macam-macamnya, penyebabnya, dan hal-hal yang akan
menyelamatkan darinya, maka termasuk kesuksesan yang agung adalah
selamat dari berbagai adzab tersebut dan mendapatkan nikmat di dalamnya
dengan rahmat-Nya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فَأَمَّا الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَيُدْخِلُهُمْ رَبُّهُمْ فِي رَحْمَتِهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْمُبِينُ
“Adapun
orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih maka Rabb
mereka memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya (surga). Itulah
keberuntungan yang nyata.” (Al-Jatsiyah: 30)
قُلْ
إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ. مَنْ
يُصْرَفْ عَنْهُ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمَهُ وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْمُبِينُ
“Katakanlah:
‘Sesungguhnya aku takut akan adzab hari yang besar (hari kiamat), jika
aku mendurhakai Rabbku.’ Barangsiapa yang dijauhkan adzab daripadanya
pada hari itu, maka sungguh Allah telah memberikan rahmat kepadanya. Dan
itulah keberuntungan yang nyata.” (Al-An’am: 15-16)
Adapun
nikmat kubur, di antaranya apa yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam beritakan dalam hadits Al-Bara’ radhiyallahu ‘anhu yang panjang:
- mendapatkan ampunan dan keridhaan-Nya. Sebagaimana perkataan malakul maut kepada orang yang sedang menghadapi sakaratul maut:
أَيَّتُهَا النَّفْسُ الطَّيِّبَةُ، اخْرُجِي إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنَ اللهِ وَرِضْوَانٍ
“Wahai jiwa yang tenang, keluarlah menuju ampunan Allah dan keridhaan-Nya.”
- dikokohkan hatinya untuk menghadapi dan menjawab fitnah kubur.
يُثَبِّتُ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.” (Ibrahim: 27)
-
Digelarkan permadani, didandani dengan pakaian dari surga, dibukakan
baginya pintu menuju surga, dilapangkan kuburnya, dan di dalamnya
ditemani orang yang tampan wajahnya, bagus penampilannya, sebagaimana
yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kabarkan dalam hadits
Al-Bara’ yang panjang:
فَأَفْرِشُوهُ
مِنَ الْجَنَّةِ وَأَلْبِسُوهُ مِنَ الْجَنَّةِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا
إِلَى الْجَنَّةِ. قَالَ: فَيَأْتِيهِ مِنْ رَوْحِهَا وَطِيبِهَا
وَيُفْسَحُ لَهُ فِي قَبْرِهِ مَدَّ بَصَرِهِ. قَالَ: وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ
حَسَنُ الْوَجْهِ حَسَنُ الثِّيَابِ طَيِّبُ الرِّيحِ فَيَقُولُ: أَبْشِرْ
بِالَّذِي يَسُرُّكَ هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ. فَيَقُولُ
لَهُ: مَنْ أَنْتَ، فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ يَجِيءُ بِالْخَيْرِ. فَيَقُولُ:
أَنَا عَمَلُكَ الصَّالِحُ
“Maka
gelarkanlah permadani dari surga, dandanilah ia dengan pakaian dari
surga. Bukakanlah baginya sebuah pintu ke surga, maka sampailah
kepadanya bau wangi dan keindahannya. Dilapangkan kuburnya sejauh mata
memandang, kemudian datang kepadanya seorang yang tampan wajahnya, bagus
pakaiannya, wangi baunya. Lalu dia berkata: ‘Berbahagialah dengan
perkara yang menyenangkanmu. Ini adalah hari yang dahulu kamu
dijanjikan.’ Dia pun bertanya: ‘Siapa kamu? Wajahmu adalah wajah orang
yang datang membawa kebaikan.’ Dia menjawab: ‘Aku adalah amalanmu yang
shalih…” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Mudah-mudahan
Allah Subhanahu wa Ta’ala meneguhkan hati kita di atas kalimat tauhid
hingga akhir hayat kita dan menyelamatkan kita dari berbagai fitnah
(ujian) dunia dan fitnah kubur, serta memasukkan kita ke dalam
jannah-Nya. Amin ya Rabbal ‘alamin.
Dikutip
dari: www. Asysyariah.com Penulis : Al-Ustadz Abul Abbas Muhammad
Ihsan, Judul : Alam Barzakh, Adzab Kubur yang Menakutkan atau Nikmat
Kubur yang Menyenangkan
Baca risalah dibawah ini:1.MISTERI.. di ALAM KUBUR
2.Manusia Dengan Wajah Tak Berdaging..
3.Hukum Membongkar Kuburan
4.Bertaubatlah Sebelum Ajal Menjemputmu
5.Setelah Ajal Menjemput, Man Robbuka?, Sanggupkah Aku Menjawabnya !
6.AZAB KUBUR dan NIKMAT KUBUR di Alam Barzakh
7.BAHAYA MENOLAK HADITS AHAD sebagai Hujjah dalam Aqidah
Diarsipkan pada: http://qurandansunnah.wordpress.com/
Entri ini dituliskan pada 30/11/2009 pada 9:08 am dan disimpan dalam Kajian hadits, Muslimah, Nasehat, Tafsir.
Dengan kaitkata: ajaib, artikel, azab kubur, fiqih, ghaib, informasi, islam, keajaiban, keajaiban dunia, keanehan dunia, keluarga, keluarga sakinah, kesehatan, misteri, perpustakaan, renungan, salafy, seksologi, syirik. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan.
Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.
9 Tanggapan to “MACAM-MACAM AZAB KUBUR dan Sebab-sebabnya”
Tinggalkan Balasan
Blog pada WordPress.com. | Tema: Andreas09 oleh Andreas Viklund.
Langganan:
Postingan (Atom)
omiyan berkata
duadua berkata
wyne berkata
zoelokam124 berkata
■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓
Mengapa Mereka (ACEH) Begitu Membenci Rakyat Indonesia, Saudaranya Sendiri
↓↓↓↓↓↓↓↓
http://aceh.notlong.com/
■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓
▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■
Suhail Malaysia berkata
namun manusia masih buat tak endah.
kufur nikmat…
zakiaf berkata
hmcahyo berkata
sasukeplasa berkata
n4ta berkata